KH Imam Zarkasyi: Menelusuri Jejak Pengabdian Sang Trimurti Pendiri Pondok Modern Gontor
Jumat, 15 Mei 2026 | 19.53 GMT+7
IKPM Jogja
Tim Redaksi

Sejarah panjang pendidikan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sosok KH Imam Zarkasyi. Lahir di Desa Gontor pada 21 Maret 1910, putra ketujuh dari Kyai Santoso Anom Besari ini kelak dikenal sebagai salah satu 'Trimurti' yang meletakkan fondasi teguh bagi Pondok Modern Darussalam Gontor.
Perjalanan hidup beliau adalah wujud nyata dari dedikasi tanpa batas untuk pendidikan, agama, dan bangsa.
Rihlah Keilmuan yang Panjang
Fondasi intelektual KH Imam Zarkasyi dibangun melalui pengembaraan ilmu yang sangat beragam. Beliau memulai pendidikan formal di Sekolah Dasar Ongko Loro, Jetis, Ponorogo, sembari menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Josari dan Joresan.
Dahaganya akan ilmu membawanya ke Surakarta. Di kota ini, beliau tak hanya belajar di Pesantren Jamsaren dan Sekolah Mamba’ul ‘Ulum, tetapi juga mendalami bahasa Arab di Sekolah Arabiyah Adabiyah hingga tahun 1930. Di sinilah kecintaannya pada bahasa Arab ditempa, khususnya di bawah bimbingan Ustadz M.O. Al-Hasyimy, seorang pejuang asal Tunisia yang banyak memberikan inspirasi. Perjalanan akademisnya kemudian memuncak di Kweekschool (Sekolah Guru) Islam Padang Panjang yang diselesaikannya pada 1935.
Kiprah Nasional hingga Internasional
Karier pendidikannya bermula di almamaternya sendiri, Kweekschool Padang Panjang, di mana beliau dipercaya sebagai guru sekaligus direktur pada tahun 1936. Namun, panggilan tanah kelahiran membawanya pulang setahun kemudian. Bersama sang kakak, beliau mendirikan Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) di Gontor dan menjabat sebagai direkturnya.
Kecemerlangan KH Imam Zarkasyi diakui oleh negara. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Agama Karesidenan Madiun (1943) dan berkarier di Kementerian Agama RI sejak 1946 dalam berbagai posisi strategis, termasuk Kepala Bagian Perencanaan Pendidikan Agama. Pengaruhnya kian luas saat ditunjuk oleh Presiden Soekarno menjadi anggota Dewan Perancang Nasional (Deppernas) pada 1959.
Di kancah internasional, wawasan globalnya dibuktikan saat menjadi anggota delegasi Indonesia ke Uni Soviet (1962) dan mewakili negara dalam Muktamar Akademi Islam Sedunia ke-VII di Kairo, Mesir (1972). Hingga akhir hayatnya, beliau terus mengabdi sebagai Direktur KMI, Pj. Rektor Institut Pendidikan Darussalam (IPD), dan Dewan Pertimbangan MUI Pusat.
Warisan Abadi: Keluarga dan Karya Tulis
KH Imam Zarkasyi berpulang ke Rahmatullah pada 30 April 1985 pukul 21.00 WIB di RS Umum Madiun. Beliau meninggalkan seorang istri dan 11 putra-putri yang kelak meneruskan perjuangannya di berbagai sektor penting, baik sebagai pimpinan pondok, rektor, hingga akademisi. Sebut saja KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., Drs. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., H. DR Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA, hingga H. Hamid Fahmi Zarkasyi, MA. Ed.
Peninggalan terbesar KH Imam Zarkasyi bukan sekadar bangunan fisik, melainkan sumbangsih pemikiran melalui karya tulis. Buku-buku karangannya dirancang khusus sebagai panduan santri dan guru, serta menjadi kurikulum wajib di KMI Gontor dan pesantren alumninya. Beberapa karya monumentalnya antara lain:
Senjata Penganjur dan Pedoman Pendidikan Modern
Ushuluddin (Pelajaran Keimanan)
Pelajaran Fiqh I & II serta Pelajaran Tajwid
Pelajaran Bahasa Arab I & II (beserta kamusnya, ditulis bersama Alm. Ustadz Imam Subani)
Qowa’idul Imla’ dan At-tamrinat Jilid I, II, III
Serta sederet buku panduan metode pengajaran lainnya.
Sosok KH Imam Zarkasyi akan terus hidup. Dedikasi, pemikiran, dan sistem pendidikan yang beliau rancang telah melahirkan ribuan tokoh yang kini tersebar di seluruh penjuru dunia.
Konten Lain
Khutbah Idul Adha: Menemukan Kembali Makna Cinta dan Ketaatan di Hari Raya Idul Adha

Qurban IKPM Jogja 1447 H: Rajut Ukhuwah dan Berbagi di PPTQ Ibnu Sina
Penyembelihan hewan qurban IKPM Jogja pada Idul Adha 1447 H di PPTQ Ibnu Sina berjalan khidmat, wujudkan ukhuwah dan semangat berbagi alumni Gontor

Gelar Halal Bihalal 2026, IKPM Jogja Perkuat Ukhuwah, Ekonomi Santri, dan Luncurkan Platform Digital
Ratusan alumni hadiri Halal Bihalal IKPM Jogja 2026. Acara dimeriahkan tausiyah Ustadz Bachtiar Nasir, Pasar Santri, dan rilis situs ikpmjogja.com.

Merajut Ukhuwah di Halal Bihalal IKPM Jogja: Dari Gagasan Kepemimpinan Dunia hingga Santap Nasi Biryani

Geliat Ekonomi Santri di Halal Bihalal IKPM Jogja: PADASAN Jadi Etalase Bisnis Alumni

